Cara Membaca Geguritan

Cara Membaca Geguritan 


Sering kali kita mendengar kata puisi di kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan sekolah bahkan di lingkungan masyarakat. Kali ini saya tidak hanya membahas tentang puisi saja. yang dalam arti bahasa Indonesia, melainkan saya akan membahas mengenai puisi Jawa atau yang biasa disebut dengan Geguritan.

Pengertian geguritan adalah salah satu karya sastra Jawa yang cara membuatnya dengan menggunakan pemilihan kata (diksi) yang tepat. Sehingga di dalamnya tersirat makna yang menarik dan indah bagi para pembaca. Geguritan juga biasa disebut sebagai ungkapan perasaan, pikiran, dan gagasan oleh seorang penulis atau pengarang. Penyebutan di dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan puisi. Sebenarnya puisi dengan geguritan hampir sama, kemungkinan yang menjadi perbedaan adalah dari segi bahasa. Kalau puisi memakai bahasa Indonesia, sedangkan geguritan memakai bahasa Jawa. Cara pengungkapannya juga menggunakan bahasa yang memiliki irama, rima, mitra, bait, dan penyusunan kata yang tepat.

Ketika kita ingin menyampaikan isi geguritan atau membacakan geguritan kita harus pintar-pintar di dalam membawakannya agar pesan yang akan kita sampaikan melalui geguritan akan diterima oleh pendengar. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membaca geguritan:
1.    Ekspresi (mimik wajah)
Ekspresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Sedangkan mimik adalah gerak air muka yang digambarkan oleh pembaca geguritan.
2.    Kinesik
Kinesik adalah gerak anggota tubuh untuk menggambarkan isi dari geguritan tersebut.
3.    Kejelasan artikulasi
Artikulasi adalah ketepatan dalam melafalkan kata-kata dalam penyampaian geguritan.
4.    Timbre
Timbre adalah warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
5.    Irama Puisi
Artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara
6.    Intonasi (lagu suara)
7.    Mengatur Pernapasan
Pernapasan haruslah diatur dan jangan tergesa-gesa dalam pengucapannya.
Berikut ini adalah contoh video pembacaan geguritan:


 

Nah itu dia sedikit contoh pembacaan geguritan. Terima kasih ya yang sudah menyempatkan mengunjungi blog DWIJASETYAKU, tunggu karya-karya selanjutnya. Matur nuwun.


Komentar

  1. Wah tulisan yang bagus ๐Ÿ˜‰

    BalasHapus
  2. Terima kasih Ka, tunggu update tulisan selanjutnya ya Ka.

    BalasHapus
  3. Sangat menginformasi, lanjutkan ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Wahh mantap kak, bisa menambah wawasan aku kak. Trimakasih kak...

    BalasHapus
  5. Terimakasih info dan tips nya, saya juga baru belajar membaca geguritan

    Salam Budaya ๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus

Posting Komentar